New Dissolvable Bikini Video -- Why Is It Trouble?
Recent Posts
Showing posts with label Beach. Show all posts
Showing posts with label Beach. Show all posts
Waduh, sepertinya para wanita harus lebih hati-hati apabila ada pria (walaupun teman/ pacar) yang menawarkan bikini gratis untuk dipakai di pesta pantai/ kolam renang.
Water Soluble Bikini adalah berbentuk seperti sebuah bikini biasa yang sering digunakan oleh wanita pada saat berenang di pantai maupun kolam renang tetapi tidak akan menjadi biasa setelah si wanita berenang lebih dari 3 menit.
Bikini ini akan "mencair" dan "menghilang" setelah terkena air selama 3 menit dan sudah bisa dibayangkan apa yang terjadi dengan wanita yang mengenakan bikini tersebut. Yup, mereka akan berenang tanpa mengenakan sehelai benang pun.
Water Soluble Bikin dijual dengan harga € 9.99 (sekitar Rp. 150.000). Mau?
Updated:ternyata setelah kami lihat videonya, hanya bagian tali saja yang sebenarnya putus sehingga akan membuat bikini tersebut terlepas dan bukannya "mencair" seperti yang tertulis di websitenya. Kabar baiknya, tetap saja tujuannya sama.
Source : www.otakku.com
Water soluble bikini: bikini yang meleleh dalam waktu 3 menit
GUANGZHOU - Deretan gadis seksi dengan pakaian bikini yang dimaksudkan untuk memberikan hiburan di arena voli pantai bagi sebagian atlet, terutama atlet putra, justru menjadi bumerang. Pasalnya, para gadis berbikini ini bisa membuyarkan konsentrasi atlet.


Para wanita berbikini, yang dimaksud untuk memberikan hiburan kepada para penonton di arena voli pantai, justru menjadi perusak konsentrasi atlet
"Mereka memengaruhi permainan kami," kata Adeeb Mahfoudh, atlet voli pantai putra dari Yaman, seperti yang dikutip Tianfu Morning News.
"Saya kira kehadiran mereka ikut memberikan andil atas kekalahan kami," katanya.
Menurut koran tersebut, tim putra Yaman akhirnya menyerah kepada pasangan Indonesia yang ternyata tampil lebih fokus dan tidak ikut-ikutan terpengaruh oleh penampilan gadis berbikini tersebut.
Panitia pelaksana telah menyewa empat kelompok pemandu sorak yang masing-masing terdiri atas delapan orang gadis berbikini untuk menghibur penonton saat istirahat pertandingan.
Untuk menghibur penonton yang memenuhi stadion, para pemandu sorak tersebut juga menampilkan berbagai atraksi, termasuk seni bela diri dan tari-tarian.
"Gadis-gadis di sini memang cantik. Dengan kehadiran mereka, banyak penonton yang datang untuk menyaksikan voli pantai," kata Mahfoudh sambil tersenyum.
"Kalau bisa, saya ingin menyaksikan penampilan mereka pada pertandingan berikutnya," katanya.
Seperti yang diakui oleh Kenneth Fok, wakil ketua kontingen Hongkong yang diberitakan terlibat hubungan asmara dengan Guo Jingjing, juara loncat indah Olimpiade 2008 asal China, arena voli pantai adalah salah satu tempat yang memberikan suasana "panas" dan seksi.
Kompas.com
Gadis Gadis Berbikini Mengganggu Konsentrasi Atlet

YOGYAKARTA, SELASA — Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik itu tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan.
Kepala Laboratorium Geospasial Parangtritis I Nyoman Sukmantalya mengatakan, sampai sekarang informasi mengenai rip current amat minim. Akibatnya, masyarakat masih sering mengaitkan peristiwa hilangnya korban di pantai selatan DI Yogyakarta dengan hal-hal yang berbau mistis. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut.
Arus balik merupakan aliran air gelombang datang yang membentur pantai dan kembali lagi ke laut. Arus itu bisa menjadi amat kuat karena biasanya merupakan akumulasi dari pertemuan dua atau lebih gelombang datang.
Kepala Laboratorium Geospasial Parangtritis I Nyoman Sukmantalya mengatakan, sampai sekarang informasi mengenai rip current amat minim. Akibatnya, masyarakat masih sering mengaitkan peristiwa hilangnya korban di pantai selatan DI Yogyakarta dengan hal-hal yang berbau mistis. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut.
Arus balik merupakan aliran air gelombang datang yang membentur pantai dan kembali lagi ke laut. Arus itu bisa menjadi amat kuat karena biasanya merupakan akumulasi dari pertemuan dua atau lebih gelombang datang.

"Bisa dibayangkan kekuatan seret arus balik beberapa kali lebih kuat dari terpaan ombak datang. Wisatawan yang tidak waspada dapat dengan mudah hanyut," demikian papar Nyoman, Selasa (3/2) di Yogyakarta.
Celakanya, arus balik terjadi begitu cepat, bahkan dalam hitungan detik. Arus itu juga bukan hanya berlangsung di satu tempat, melainkan berganti-ganti lokasi sesuai dengan arah datangnya gelombang yang juga menyesuaikan dengan arah embusan angin dari laut menuju darat.
Nyoman melanjutkan, korban mudah terseret arus balik karena berada terlalu jauh dari bibir pantai. Ketika korban diterjang arus balik, posisinya akan mudah labil karena kakinya tidak memijak pantai dengan kuat.
"Karena terseret tiba-tiba dan tidak bisa berpegangan pada apa pun, korban menjadi mudah panik, dan tenggelam karena kelelahan," lanjutnya.
Terpisah, Staf Ahli Pusat Studi Bencana Universitas Gadjah Mada, Djati Mardianto, melanjutkan, apabila korban tetap tenang saat terseret arus, besar kemungkinan baginya untuk kembali ke permukaan. "Karena arus berputar di dasar laut sehingga materi di bawah bisa naik lagi," ujar Djati.
Setelah mengapung, korban bisa berenang ke tepi laut, atau membiarkan diri terempas ke pantai oleh gelombang datang lain. Setidak-tidaknya, korban memiliki kesempatan untuk melambaikan tangan atau berteriak minta tolong.
Bagaimana dengan korban hilang? Djati mengatakan, hal itu dapat terjadi apabila korban terlalu kuat melawan arus saat berada di dalam air sehingga urung mengapung. Sebaliknya, korban akan semakin jauh terseret arus bawah laut dan bisa tersangkut karang atau masuk ke dalam patahan yang berjarak sekitar satu kilometer dari bibir pantai. Di dasar patahan yang kedalamannya mencapai ratusan meter itu, korban akan semakin sulit bergerak karena ia bercampur dengan aneka materi padat yang terkandung dalam arus.
Korban akan diperlakukan sama seperti material, yakni diendapkan. Korban baru bisa kembali terangkat ke permukaan jika ada arus lain yang mengangkat sedimen dari dasar laut. Namun, ia mengatakan, biasanya hal itu butuh waktu lama.
Meski sulit, diperkirakan kedatangannya, arus balik sebenarnya bisa dikenali. Menurut Nyoman, permukaan arus balik terlihat lebih tenang daripada gelombang datang yang berbuih. Selain itu, arus balik biasa terjadi di ujung-ujung cekungan pantai dan warnanya keruh karena membawa banyak materi padat dari pantai.
Celakanya, arus balik terjadi begitu cepat, bahkan dalam hitungan detik. Arus itu juga bukan hanya berlangsung di satu tempat, melainkan berganti-ganti lokasi sesuai dengan arah datangnya gelombang yang juga menyesuaikan dengan arah embusan angin dari laut menuju darat.
Nyoman melanjutkan, korban mudah terseret arus balik karena berada terlalu jauh dari bibir pantai. Ketika korban diterjang arus balik, posisinya akan mudah labil karena kakinya tidak memijak pantai dengan kuat.
"Karena terseret tiba-tiba dan tidak bisa berpegangan pada apa pun, korban menjadi mudah panik, dan tenggelam karena kelelahan," lanjutnya.
Terpisah, Staf Ahli Pusat Studi Bencana Universitas Gadjah Mada, Djati Mardianto, melanjutkan, apabila korban tetap tenang saat terseret arus, besar kemungkinan baginya untuk kembali ke permukaan. "Karena arus berputar di dasar laut sehingga materi di bawah bisa naik lagi," ujar Djati.
Setelah mengapung, korban bisa berenang ke tepi laut, atau membiarkan diri terempas ke pantai oleh gelombang datang lain. Setidak-tidaknya, korban memiliki kesempatan untuk melambaikan tangan atau berteriak minta tolong.
Bagaimana dengan korban hilang? Djati mengatakan, hal itu dapat terjadi apabila korban terlalu kuat melawan arus saat berada di dalam air sehingga urung mengapung. Sebaliknya, korban akan semakin jauh terseret arus bawah laut dan bisa tersangkut karang atau masuk ke dalam patahan yang berjarak sekitar satu kilometer dari bibir pantai. Di dasar patahan yang kedalamannya mencapai ratusan meter itu, korban akan semakin sulit bergerak karena ia bercampur dengan aneka materi padat yang terkandung dalam arus.
Korban akan diperlakukan sama seperti material, yakni diendapkan. Korban baru bisa kembali terangkat ke permukaan jika ada arus lain yang mengangkat sedimen dari dasar laut. Namun, ia mengatakan, biasanya hal itu butuh waktu lama.
Meski sulit, diperkirakan kedatangannya, arus balik sebenarnya bisa dikenali. Menurut Nyoman, permukaan arus balik terlihat lebih tenang daripada gelombang datang yang berbuih. Selain itu, arus balik biasa terjadi di ujung-ujung cekungan pantai dan warnanya keruh karena membawa banyak materi padat dari pantai.

Masalahnya, banyak wisatawan justru senang bermain di pantai yang tenang karena dianggap lebih aman. "Padahal, lokasi tersebut amat berbahaya," kata Nyoman.
Sejauh ini, cara terbaik untuk mengurangi risiko bencana terseret arus di pantai adalah dengan tidak bersikap nekat berenang ke tengah laut. Pengunjung harus benar-benar mematuhi rambu larangan berenang yang dipasang tim search and rescue (SAR) di sepanjang pantai.
Selain itu, kondisi cuaca juga harus dipertimbangkan. Gelombang laut akan membesar di musim penghujan karena terpengaruh angin barat. Berenang di laut pada malam hari pun sebisa mungkin dihindari karena arus balik akan menguat akibat terpengaruh pasang.
Menurut kedua pakar geomorfologi pesisir itu, tidak ada pantai di DIY yang aman. Semua memiliki potensi arus balik yang kuat. Bahkan, di sejumlah pantai di Gunung Kidul, arus balik kian diperkuat oleh buangan air sungai bawah tanah.
Pemerintah daerah juga bisa mempelajari pola-pola arus balik dengan melakukan pengamatan rutin sepanjang tahun menggunakan citra satelit beresolusi tinggi, seperti citra Quickbird dan IKONOS. Kedua satelit itu bisa merekam dengan jelas benda yang berukuran kecil hingga ukuran satu meter.
"Sejauh ini, penelitian ke arah sana baru sebatas pada skripsi mahasiswa. Belum ada penelitian yang mendalam dan menghasilkan rekomendasi kebijakan," papar Djati.
Pemerintah daerah pun sebaiknya memberikan pemahaman yang benar mengenai penyebab bencana laut kepada warga di sekitar pantai. Informasi tersebut dapat diteruskan kepada wisatawan guna meningkatkan kewaspadaan mereka.
Bagi pengunjung, informasi berupa papan larangan berenang dan imbauan petugas dianggap jelas belum cukup. Kenapa tak dibagikan leaflet kecil begitu pengunjung mau masuk pantai. Leaflet itu berisi penjelasan singkat, harus bagaimana dan di mana jika ingin mencebur ke laut.
Nyoman mengatakan, ketinggian air sepaha orang dewasa sudah cukup bagi arus balik untuk menyeret orang ke tengah laut. Paling aman, usahakan air hanya sampai ketinggian mata kaki.
Gambar:
Kita mungkin dapat melihat suatu arus balik dari suatu tempat yang lebih tinggi di pantai, atau dapat juga bertanya dengan penjaga pantai yang bertugas atau dengan penduduk setempat yang tahu di lokasi mana terdapat rip current. Berdasarkan pengamatan, sifat-sifat Rip Current dapat diketahui dengan :
1. Melihat adanya perbedaan tinggi gelombang antara kiri-kanan dan antaranya. Tinggi gelombang pada bagian kiri dan kanan lebih besar dari antaranya.
2. Meletakkan benda yang dapat terapung. Bila benda tersebut terseret menuju off shore maka pada tempat tersebut terdapat Rip Current.
3. Melihat kekeruhan air yang terjadi, dimana air pada daerah surf zone tercampur dengan air dari darat. Bila terlihat air yang keruh menuju off shore, maka tempat tersebut terdapat Rip Current. Kejadian ini dapat dilihat dengan jelas dari tempat yang lebih tinggi
Tips/Cara/Usaha yang harus dilakukan bila terseret rip current, adalah sebagai berikut:
1. Jika terperangkap dalam arus seret ke tengah laut, jangan mencoba untuk berenang melawan arus (ke tepi pantai),
2. tenanglah untuk sementara mengikuti arus. Secepat arus seret berada di luar penghalang, atau kecepatan arus melambat dan kita merasa sedikit bebas dari pergerakan air yang cepat,
3. berenanglah ke area di sebelah kiri/kanan kita dan baru kemudian berenang kembali ke arah pantai (atau mengikuti gelombang menuju pantai). Tentu saja kita harus tetap menjaga untuk tetap berada di luar arus seret tersebut.
Sejauh ini, cara terbaik untuk mengurangi risiko bencana terseret arus di pantai adalah dengan tidak bersikap nekat berenang ke tengah laut. Pengunjung harus benar-benar mematuhi rambu larangan berenang yang dipasang tim search and rescue (SAR) di sepanjang pantai.
Selain itu, kondisi cuaca juga harus dipertimbangkan. Gelombang laut akan membesar di musim penghujan karena terpengaruh angin barat. Berenang di laut pada malam hari pun sebisa mungkin dihindari karena arus balik akan menguat akibat terpengaruh pasang.
Menurut kedua pakar geomorfologi pesisir itu, tidak ada pantai di DIY yang aman. Semua memiliki potensi arus balik yang kuat. Bahkan, di sejumlah pantai di Gunung Kidul, arus balik kian diperkuat oleh buangan air sungai bawah tanah.
Pemerintah daerah juga bisa mempelajari pola-pola arus balik dengan melakukan pengamatan rutin sepanjang tahun menggunakan citra satelit beresolusi tinggi, seperti citra Quickbird dan IKONOS. Kedua satelit itu bisa merekam dengan jelas benda yang berukuran kecil hingga ukuran satu meter.
"Sejauh ini, penelitian ke arah sana baru sebatas pada skripsi mahasiswa. Belum ada penelitian yang mendalam dan menghasilkan rekomendasi kebijakan," papar Djati.
Pemerintah daerah pun sebaiknya memberikan pemahaman yang benar mengenai penyebab bencana laut kepada warga di sekitar pantai. Informasi tersebut dapat diteruskan kepada wisatawan guna meningkatkan kewaspadaan mereka.
Bagi pengunjung, informasi berupa papan larangan berenang dan imbauan petugas dianggap jelas belum cukup. Kenapa tak dibagikan leaflet kecil begitu pengunjung mau masuk pantai. Leaflet itu berisi penjelasan singkat, harus bagaimana dan di mana jika ingin mencebur ke laut.
Nyoman mengatakan, ketinggian air sepaha orang dewasa sudah cukup bagi arus balik untuk menyeret orang ke tengah laut. Paling aman, usahakan air hanya sampai ketinggian mata kaki.
Gambar:
Kita mungkin dapat melihat suatu arus balik dari suatu tempat yang lebih tinggi di pantai, atau dapat juga bertanya dengan penjaga pantai yang bertugas atau dengan penduduk setempat yang tahu di lokasi mana terdapat rip current. Berdasarkan pengamatan, sifat-sifat Rip Current dapat diketahui dengan :
1. Melihat adanya perbedaan tinggi gelombang antara kiri-kanan dan antaranya. Tinggi gelombang pada bagian kiri dan kanan lebih besar dari antaranya.
2. Meletakkan benda yang dapat terapung. Bila benda tersebut terseret menuju off shore maka pada tempat tersebut terdapat Rip Current.
3. Melihat kekeruhan air yang terjadi, dimana air pada daerah surf zone tercampur dengan air dari darat. Bila terlihat air yang keruh menuju off shore, maka tempat tersebut terdapat Rip Current. Kejadian ini dapat dilihat dengan jelas dari tempat yang lebih tinggi
Tips/Cara/Usaha yang harus dilakukan bila terseret rip current, adalah sebagai berikut:
1. Jika terperangkap dalam arus seret ke tengah laut, jangan mencoba untuk berenang melawan arus (ke tepi pantai),
2. tenanglah untuk sementara mengikuti arus. Secepat arus seret berada di luar penghalang, atau kecepatan arus melambat dan kita merasa sedikit bebas dari pergerakan air yang cepat,
3. berenanglah ke area di sebelah kiri/kanan kita dan baru kemudian berenang kembali ke arah pantai (atau mengikuti gelombang menuju pantai). Tentu saja kita harus tetap menjaga untuk tetap berada di luar arus seret tersebut.
Jadi kesimpulannya :
Buang jauh-jauh anggapan mistis yang selama ini dipercaya oleh sebagian masyarakat, tidak ada penguasa laut selatan, tidak ada yang namanya Nyi Roro Kidul, Nyi Roro Wetan, Nyi Roro Kulon dsb. Pendidikan dan penerangan adalah salah satu usaha manusia yang dapat mengurangi resiko-resiko kecelakaan. Dengan pendidikan kita bisa membuat teknologi penangkapan ikan yang aman sehingga mengurangi resiko-resiko yang tidak kita harapkan. Seperti halnya nelayan-nelayan tetangga yang menggunakan laut yang sama yaitu nelayan Australia yang mempunyai tingkat keselamatan yang tinggi. Bukannya mengadakan ritual-ritual mubazir tyang justru sangat memberatkan para nelayan etapi mengabaikan pendidikan dan teknologi yang ujung-ujugnya tetap saja angka kecelakaan laut sangat tinni di Indonesia.

sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5787322
Alasan Pantai Parangtritis Sering Memakan Korban
Bintang Porno asal Jepang yang juga dosen yang bergel ar doktor sejarah China-Jepang, Anri Suzuki pernah punya pengalaman tidak menyenangkan di Bali. Dalam satu tulisan di blognya, Kamis, 21 Januari 2010.
Anri menuliskan tentang memorinya saat berada di Bali, kekesalannya pada pungutan tak jelas (bahasa lain dari harga-harga yang kelewat tinggi untuk turis), kehidupan malam dan musik dalam sebuah klab internasional di sana.
Ketidaktahuannya akan ketabuan telanjang di pantai sehingga ditegur penduduk setempat juga membuatnya tersadar bahwa budaya masing-masing bangsa itu berbeda dan ia harus menghormatinya.
Anry memang suka menulis dalam blognya dan URL blog-nya Anri Suzuki: tawakedoumei-suzuki.blogspot.com
Awalnya saya sempat berpikir, ini pasti kerjaan iseng fans yang sering bikin blog dan website sembarangan, ternyata bukan. Blog ini Anri sendiri yang menulisnya, terutama tentang kegiatan dan aktivitas sehari-hari. Foto-fotonya juga bukan gambar biasa yang bisa di-browsing internet, tapi eksklusif dari jepretan kameranya dan teman-temannya," ujar salah satu fannya.
Anri menulis blognya dengan banyak cerita dari jurnal kehidupan sehari-hari. Lumayan update dan sering diisi. Seperti ambigunya dalam masalah mantel bulu yang dibelinya 2 tahun lalu namun dikaitkan dengan masalah perlindungan hewan.
Tulisan-tulisannya banyak bertutur tentang bagaimana sisi orang bodoh macam dirinya (seperti itu Anri mengistilahkan dirinya sendiri) memotret dunia dan kehidupan dalam susunan kata dan beberapa jepretan foto. Ada juga tulisan di mana ia menceritakan sisi kehidupan, segala kesepian, kecintaan pada anak-anak dan keinginannya untuk menikah serta membentuk keluarga. (*)
Anri menuliskan tentang memorinya saat berada di Bali, kekesalannya pada pungutan tak jelas (bahasa lain dari harga-harga yang kelewat tinggi untuk turis), kehidupan malam dan musik dalam sebuah klab internasional di sana.
Ketidaktahuannya akan ketabuan telanjang di pantai sehingga ditegur penduduk setempat juga membuatnya tersadar bahwa budaya masing-masing bangsa itu berbeda dan ia harus menghormatinya.
Anry memang suka menulis dalam blognya dan URL blog-nya Anri Suzuki: tawakedoumei-suzuki.blogspot.com
Awalnya saya sempat berpikir, ini pasti kerjaan iseng fans yang sering bikin blog dan website sembarangan, ternyata bukan. Blog ini Anri sendiri yang menulisnya, terutama tentang kegiatan dan aktivitas sehari-hari. Foto-fotonya juga bukan gambar biasa yang bisa di-browsing internet, tapi eksklusif dari jepretan kameranya dan teman-temannya," ujar salah satu fannya.
Anri menulis blognya dengan banyak cerita dari jurnal kehidupan sehari-hari. Lumayan update dan sering diisi. Seperti ambigunya dalam masalah mantel bulu yang dibelinya 2 tahun lalu namun dikaitkan dengan masalah perlindungan hewan.
Tulisan-tulisannya banyak bertutur tentang bagaimana sisi orang bodoh macam dirinya (seperti itu Anri mengistilahkan dirinya sendiri) memotret dunia dan kehidupan dalam susunan kata dan beberapa jepretan foto. Ada juga tulisan di mana ia menceritakan sisi kehidupan, segala kesepian, kecintaan pada anak-anak dan keinginannya untuk menikah serta membentuk keluarga. (*)
Telanjang di Pantai Bali, Anry Suzuki Pernah Ditegur
Kuta - Empat orang cewek cantik berkewarganegaraan Filipina diciduk oleh petugas Imigrasi Ngurah Rai, Bali karena menyalahgunakan keimigrasian. Mereka ditangkap karena terbukti menjadi pekerja seks komersial (PSK) di Bali. Penangkapan dilakukan langsung oleh petugas imigrasi yang tengah menyamar menjadi pemesan. Setelah berhasil dibooking, petugas Imigrasi menjebak cewek cantik di kamar sebuah hotel saat seorang PSK menanggalkan pakaiannya sampai akhirnya memakai celana dalam saja. Empat cewek cantik yang ditangkap tersebut adalah Morales Jacqueline Paquio (21), Heidee, Camille, dan Mimi. Sedangkan satu orang lainnya lolos karena sudah kembali ke Filipina sebelum dilakukan penggerebekan. Dari 4 cewek pekerja seks asal Filipina ini, Morales Jacqueline yang pertama kali ditangkap di sebuah hotel yang menjadi tempat petugas imigrasi menyamar dan menyiapkan perangkap dengan berpura-pura membooking dan akan melakukan adegan mesum. Selain beroperasi di Bali, cewek-cewek berparas ayu, berkulit halus kuning langsat dan seksi ini juga beroperasi di sejumlah korta di Indonesia, seperti Jakarta dan Batam. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, Bali, M Zaelani menceritakan petugas telah lama mengintai para perempuan ini. Pada Selasa malam (11/7/2007) petugas imigrasi menyamar dengan membooking Morales dari tempatnya bekerja di Bali Spa Kuta, Jalan Setiabudi, Kuta dengan harga Rp 1,5 juta untuk 3 jam. Morales kemudian dibawa ke sebuah hotel. Sampai di hotel, petugas yang menyamar merekam aksi Morales yang tengah membuka pakaian hingga tinggal celana dalam dengan kamera handphone. "Kita booking ke sebuah hotel dan digerebek saat sudah melepas celana," kata M Zaleni kepada wartawan di kantornya, Jalan Ngurah Rai, Kuta, Rabu (12/7/2007). Saat Morales tinggal beradegan mesum inilah tiba-tiba petugas lainnya masuk dan merangkap Morales. Saat ditangkap, petugas menyita uang Rp 300 ribu sebagai barang bukti . Dugaan semakin kuat karena seri uang Rp 300 ribu yang dimilikinya itu cocok dengan uang yang mereka bayarkan saat berada di Bali Spa. Setelah digerebek, Morales mengaku beroperasi di Bali bersama 3 orang rekannya. Saat ini, para gadis cantik dikarantina dan menjalani interogasi di kantor Imigrasi Bali. Para PSK asal Filipina ini datang ke Bali sebagai turis dan datang secara bergantian. Ada yang 3 bulan, namun ada juga yang 1 bulan. Mereka ditangkap karena melanggar pasal 50 UU Nomor 9 tahun 1999 soal penyalahgunaan izin keimigrasian. "Saat ini kami menghubungi konsulat untuk mendeportasi mereka," katanya. (jon/)
www.detiknews.com
