Recent Posts

Showing posts with label Poor People. Show all posts
Showing posts with label Poor People. Show all posts
Ini adalah salah satu potret buram dari kota Manila...

http://cdn.wn.com/pd/1e/d9/e25b57c79426c2068dcaad4dd11e_grande.jpg

Gelandangan di Manila City, Filipina



Satpol PP DKI Jakarta kerap melakukan razia terhadap para pengemis. Dari hasil pemeriksaan, terungkap penghasilan yang didapat satu orang pengemis per hari, yakni mencapai Rp 280 ribu.

“Di antara yang ditangkap memang cukup menarik, di antara mereka paling kecil pendapatan Rp 30 ribu, paling besar Rp 280 ribu, satu hari satu orang,” kata Ketua Satpol PP DKI Jakarta Effendi Annas saat jumpa pers di Kantor Satpol PP DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka, Kamis (12/8/2010).

Menurutnya, angka tersebut sangat fantastis jika dikalikan dengan jumlah pengemis yang diorganisir oleh orang tertentu.

“Kalau satu orang koordinator memiliki satu kendaraan dan bisa dipaksa sampai 15-18 orang itu kan income yang cukup menggiurkan,” ujarnya.

Dari penelusuran Effendi, diketahui koordinator pengemis terbiasa mencari orang dari kampung ke kampung untuk kemudian dipekerjakan menjadi pengemis di Jakarta. Lalu, pada sore harinya, para pengemis tersebut akan dipulangkan kembali ke kampung masing-masing.


Guna memberikan efek jera kepada pelaku, Effendi mengatakan pihaknya telah menggandeng kepolisian. “Pendekatan punishment akan kami arahkan kepada pelanggaran pidana, kalau hanya perda mungkin lebih banyak binaan,” jelas Effendi.

Disinggung berapa banyak koordinator pengemis yang telah diamankan, ia enggan menuturkan. “Belum bisa diumumkan, itu nanti dengan polisi,” tutupnya. (ahy/mad)


sumber :http://www.detiknews.com/read/2010/08/12/142521/1419046/10/satu-orang-pengemis-meraup-pendapatan-hingga-rp-280-ribu-per-hari?991101605

Satu Orang Pengemis Meraup Pendapatan Hingga Rp 280 Ribu Per Hari



KOTABARU- Warga taman Siringlaut, Kotabaru, Jumat (29/10) pagi, digegerkan dengan penemuan mayat lelaki tanpa identitas tergeletak di samping Gedung Dewan Kesenian Daerah (DKD).

Lelaki berusia lima puluh tahun itu diduga gelandangan pengemis (gepeng) dan berasal dari luar daerah. Karena saat warga yang mengerumuninya tidak satu pun yang mengenali mayat tersebut.

Saat ditemukan, Mr X mengenakan baju hitam polos, sarung kotak-kotak warna coklat, berperawakan kurus dan tinggi badan diperkirakan sekitar 155 sentimeter. Dia langsung dibawa ke rumah sakit umum daerah Kotabaru untuk divisum.

Informasi diperoleh, Mr X sering mangkal dan tidur di kawasan Siringlaut. Dia diduga sudah tewas beberapa jam sebelum ditemukan oleh salah seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Kotabaru.

Informasi lain yang berhasil dihimpun di lapangan. Mr X diduga tewas karena kelapan, karena sudah beberapa hari dia tidak makan.

Temuan itu sempat menjadi bahan pembicaraan warga dan PNS yang berada di lokasi kejadian yang berjarak hanya beberapa ratus meter dari kantor Sekretariat Daerah Kotabaru.

Kasatreskrim Polres Kotabaru AKP Roy Satya Putra mengatakan, kematian Mr x masih dalam penyelidikan petugas. Menurut Roy, berdasarkan hasil visum petugas rumah sakit tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Dia menduga korban tewas karena faktor usia. "Tapi kita tetap melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi," katanya. Pantauan di Mapolres Kotabaru, seorang pengemis diminta keterangannya terkait kematian mayat Mr x tersebut.

Sumber : TribunNews

Pengemis Tewas Kelaparan di depan Gedung Dewan